Ketua AAUI, Budi Herawan saat ditemui usai konferensi pers Kinerja Asuransi Umum Kuartal III di Jakarta, Kamis, 20 November 2025. (Foto: Khoirifa)
Poin Penting
Jakarta – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat sekitar 5 hingga 10 perusahaan asuransi umum yang diperkirakan belum dapat memenuhi ketentuan modal minimum Rp250 miliar pada 2026.
Ketua AAUI, Budi Herawan, menyebut kondisi tersebut masih sangat dinamis dan bergantung pada kinerja masing-masing perusahaan hingga akhir 2025.
“Menurut saya ini masih terus bergerak (perkembangan permodalan), fluktuatif. Saat ini kisaran antara 5 sampai 10 perusahaan yang belum penuhi modal minimum,” ujarnya saat ditemui usai konferensi pers Kinerja Asuransi Umum Kuartal III di Jakarta, Kamis, 20 November 2025.
Baca juga: Pendapatan Premi Asuransi Umum Tembus Rp84,72 Triliun di Kuartal III 2025
Meski jumlahnya relatif kecil, Budi mengingatkan bahwa risiko keterlambatan tetap ada, terutama bagi perusahaan dengan pertumbuhan yang stagnan.
Namun ia menilai sebagian besar pelaku industri masih memiliki peluang untuk mengejar pemenuhan modal. Bahkan, dengan membaiknya performa industri, ia berharap jumlah perusahaan yang rawan tidak memenuhi modal dapat terus menyusut.
“Harapan saya sih ada perbaikan kinerja. Mungkin tersisa di akhir tahun, dan masih bisa dikejar setahun depan lagi,” tambahnya.
Untuk membantu perusahaan yang terancam tidak memenuhi ketentuan, AAUI telah menyiapkan beberapa opsi penyelamatan, termasuk kemitraan strategis dengan investor global.
“Ada beberapa opsi, ya bisa mencari partnership. Kita juga sudah bantu mulai berbincang-bincang dengan ISG, terus anak usahanya World Bank juga,” ungkap Budi.
Baca juga: Naik KRL dan LRT Jabodebek Kini Bisa Bayar dengan QRIS Tap Livin’ by Mandiri
Ia menyebut ISG telah menunjukkan minat awal dan siap membuka peluang permodalan.
“Di situ dia juga sudah mengeluarkan tangan. Tinggal kita mematangkan dulu apakah ini bisa menjadi satu opsi,” jelasnya.
Namun ia menegaskan bahwa setiap opsi membutuhkan kesiapan regulasi serta kesesuaian struktur permodalan dengan kebutuhan investor. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Hingga 12 Maret 2026, 7,7 juta SPT Tahunan PPh 2025 telah dilaporkan ke… Read More
Poin Penting BTN menyiapkan uang tunai Rp23,18 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan… Read More
Poin Penting BEI memproyeksikan outflow investor asing pada Maret 2026 tidak terlalu deras karena turnover… Read More
Poin Penting IHSG sesi I (13/3) ditutup turun 1,81 persen ke level 7.228,94 dari posisi… Read More
Poin Penting KPK menyita aset lebih dari Rp100 miliar terkait penyidikan kasus dugaan korupsi kuota… Read More
Poin Penting Investor asing mencatat net buy Rp905,27 miliar pada perdagangan 12 Maret 2026. Saham… Read More