News Update

1.558 Pegawai KB Bukopin Mundur, OJK Panggil Pihak KB Kookmin

Jakarta – Mundurnya 1.558 karyawan Bank KB Bukopin patut menjadi perhatian penting. Sebab, KB Bukopin yang telah berhasil melalui masa sulit pada 2020 sekarang sedang berada dalam tahap transformasi dan membutuhkan dukungan serta kepercayaan dari seluruh stakeholders. Selain itu, jika terjadi gejolak akibat perubahan budaya dengan masuknya KB Kookmin asal Korea Selatan sebagai pemegang saham pengendali akan menjadi isu soal kepemilikan asing yang gampang dipolitisasi.

Apalagi, penyelamatan Bank Bukopin yang kemudian menjadi Bank KB Bukopin menjadi catatan keberhasilan keberhasilan penyelamatan bank di tengah krisis akibat pandemi Covid-19 baik oleh regulasi dan manajemen bersama investor yang memberikan kepercayaan. Saat ini, Bank KB Bukopin dipimpin oleh Chang Su Choi yang menjadi Direktur Utama sejak medio 2021, menggantikan Rivan A. Purwantono, yang memimpin Bank Bukopin sejak Juni 2020. Chang Su Choi lulus fit and proper test Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir 2021 lalu. Sedangkan Rivan mengundurkan diri dari kursi direktur utama Bank KB Bukopin karena diminta kementerian BUMN untuk memimpin Jasa Raharja.

OJK yang berhasil melakukan pengawasan dan pengawalan dalam proses penyelamatan Bank Bukopin pada 2020-2021 pun telah memberi perhatian terhadap perkembangan transformasi bank milik KB Kookmin ini. Sumber Infobank mengatakan bahwa OJK sudah memanggil direktur utama dan komisaris utama bank ini. “OJK sudah memanggil vice chairman-nya ke Indonesia, dan sudah ada perhatian dari KB Kookmin terkait masalah tersebut, berbahaya kalau tidak balance,” ujar sumber di OJK tersebut kepada Infobanknews, Selasa, 25 Januari 2022.

Sementara, dalam keterangan press releasenya pagi ini, Chang Su Choi menjelaskan bahwa program transformasi yang disebut dengan Program GPro, merupakan Program Penawaran Pengakhiran Hubungan Kerja secara Sukarela sebagai bagian dari strategi peningkatan pelayanan kepada nasabah. “Program ini merupakan program bagi semua karyawan, semua dapat berpartisipasi, tidak dibatasi oleh masa kerja dan usia, dan bahkan mendapat kompensasi lebih baik,” ujarnya.

Menurut Choi, perusahaan memberikan dukungan kepada karyawan yang akhirnya memilih untuk mengikuti program ini, yakni memberikan manfaat finansial dengan kompensasi yang menarik dan lebih baik, serta manfaat non-finansial, seperti asuransi kesehatan, pelatihan, konseling.

Saat berita ini diturunkan pihak KB Bukopin pun meralat jumlah karyawan yang mundur adalah sebanyak 1.424. (*) KM

(*) KM

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

25 mins ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

3 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

4 hours ago

Arus Mudik Mulai Naik, Jasa Marga Imbau Pengguna Tol Pakai 1 Kartu e-Toll

Poin Penting Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol menggunakan satu kartu e-Toll yang sama saat… Read More

6 hours ago

Arab Saudi Rayakan Idul Fitri 20 Maret 2026, Indonesia Segera Putuskan lewat Sidang Isbat

Poin Penting Arab Saudi menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026… Read More

7 hours ago

Mudik Gratis BUMN 2026 Bersama BNI Disambut Antusias, Ribuan Pemudik Rasakan Manfaat

Poin Penting BNI memberangkatkan lebih dari 7.000 pemudik ke berbagai kota di Pulau Jawa dan… Read More

8 hours ago