Perbankan

1.399 ATM Tutup dalam Setahun, OJK Ungkap Penyebabnya

Poin Penting

  • OJK mencatat 1.399 unit ATM tutup, sehingga total mesin ATM, CDM, dan CRM per kuartal III 2025 turun menjadi 89.774 unit dari 91.173 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya
  • OJK menilai penurunan ATM merupakan keputusan bisnis bank seiring meningkatnya adopsi layanan digital, perubahan perilaku nasabah, serta meluasnya transaksi non-tunai
  • Penguatan layanan digital dinilai mampu menekan biaya infrastruktur fisik, meningkatkan efisiensi operasional.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat berdasarkan data Surveillance Perbankan Indonesia terdapat 1.399 unit mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang tutup.

Hingga kuartal III 2025, jumlah mesin ATM, CDM, dan CRM di Indonesia sebanyak 89.774. Angka itu menurun 1.399 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 91.173.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae mengatakan, jumlah ATM yang secara tren mengalami penurunan pada dasarnya merupakan langkah yang dilakukan berdasarkan keputusan bisnis masing-masing bank.

Dian menyatakan, tidak tertutup kemungkinan bahwa tren penurunan jumlah ATM akan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi informasi di bidang keuangan yang semakin masif.

Baca juga: OJK Ramal Permintaan Kredit di Kuartal I 2026 Tumbuh Positif, Apa Pendorongnya?

“Yang mana berdampak, pada perubahan perilaku, ekspektasi, dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan dari bank,” kata Dian dalam jawaban tertulis, dikutip, Selasa, 27 Januari 2026.

Dian menjelaskan, adopsi teknologi digital dalam layanan perbankan memungkinkan nasabah mengakses layanan kapan saja dan di mana saja. Selain itu, semakin mudahnya akses layanan melalui aplikasi dan platform daring, serta meningkatnya penggunaan pembayaran non tunai, maka kebutuhan penggunaan ATM menjadi semakin terminimalisir.

Lebih lanjut, tambah Dian, perbankan tetap memandang efisiensi operasional sebagai salah satu fokus, sehingga peningkatan akses layanan digital akan mendukung peningkatan efisiensi operasional perbankan melalui pengurangan biaya infrastruktur fisik dan optimalisasi proses layanan.

“Efisiensi tersebut pada akhirnya dapat memperkuat kinerja keuangan dan mendukung profitabilitas perbankan,” jelasnya.

Baca juga: OJK Dorong Bank KMBI I Perkuat Permodalan Lewat Konsolidasi

Selain itu, pemanfaatan teknologi mendorong transaksi keuangan non-tunai atau cashlessyang semakin melauas di masyarakat. Menurut Dian, sistem cashless ini dapat mendukung transaksi ekonomi yang berjalan menjadi lebih efisien.

“Sehingga diharapkan akan lebih mendorong peningkatan aktivitas perekonomian lebih lanjut,” tutup Dian. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

BPR NBP Group Gelar Gebyar Undian Tabungan PUNDI, Hadiah 2 Mobil-99 Motor untuk Nasabah

Poin Penting BPR NBP Group menggelar Gebyar Undian Tabungan PUNDI di Jonggol dengan hadiah 2… Read More

26 mins ago

Cara Bank Raya Dukung Akselerasi Ekonomi Digital di Indonesia

Poin Penting Bank Raya mendorong akselerasi ekonomi digital melalui pendampingan delapan klaster unggulan dan lebih… Read More

47 mins ago

Sambut Imlek 2577, Ini Bisnis Cuan di Tahun Kuda Api Versi Pakar Feng Shui

Poin Penting Tahun Kuda Api membawa energi besar yang membuka peluang cuan sekaligus meningkatkan risiko… Read More

59 mins ago

Jelang Perundingan Ekonomi RI-AS, Prabowo Bahas 2 Hal Krusial di Hambalang

Poin Penting Prabowo menekankan dua hal krusial dalam rapat, yakni manfaat maksimal bagi kepentingan nasional… Read More

1 hour ago

BSI Bidik 300 Ribu Nasabah Ultramikro usai Gandeng PNM

Poin Penting BSI gandeng PNM untuk memperkuat inklusi keuangan syariah dan membidik 300 ribu nasabah… Read More

2 hours ago

Daftar Tarif Listrik 16-22 Februari 2026 Jelang Ramadan, Cek Rinciannya per kWh

Poin Penting Tarif listrik periode 16–22 Februari 2026 tetap mengacu pada ketentuan Triwulan I Tahun… Read More

8 hours ago