Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 49 poin, atau tepatnya 49,84 poin atau 0,97% ke level 5.198,75 pada perdagangan, Kamis, 1 Desember 2016. Sementara indeks LQ45 ditutup melonjak 12,44 poin atau 1,45% ke level 869,69.
Aksi beli saham kembali warnai indeks hari ini, sehingga mendorong posisi indeks menguat 49 poin atau naik menuju level 5.200.
Perdagangan hari ni sendiri mayoritas sektoral saham di lantai bursa menguat, sementara hanya dua sektor yang melemah. Sektor tambang memimpin pneguatan indeks sore ini sebesar 2,45%. Sementara sektor konstruksi mencatatkan pelemahan tertinggi sebesar 0,66%.
Frekuensi saham kali ini ditransaksikan sebanyak 342.263 kali transaksi dengan total volume perdagangan sebanyak 15,105 miliar saham senilai Rp7,46 triliun. Sebanyak 145 saham naik, 145 saham turun, dan 103 saham stagnan.
Saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp1.400 ke Rp41.925, United tractors (UNTR) naik Rp1.250 ke Rp22.250, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp500 ke Rp8.700, dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp375 ke Rp9.250.
Sedangkan saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers di antaranya Indocement Tunggal (INTP) turun Rp375 ke Rp15.600, AKR Corporindo (AKRA) turun Rp250 ke Rp6.425, Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp200 ke Rp5.275, dan Delta Djakarta (DLTA) turun Rp200 ke Rp4.900. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menilai pelemahan rupiah minim dampak ke neraca bank, PDN hanya… Read More
Poin Penting IBM dorong penguatan kedaulatan digital untuk menjaga daya saing ekonomi Indonesia. Ekonomi digital… Read More
Poin Penting Ajaib telah melampaui 7 juta pengguna dan mayoritas merupakan investor ritel berusia 25–40… Read More
Poin Penting PT Bank CIMB Niaga Tbk menutup operasional kantor cabang 18–22 Maret 2026 saat… Read More
Poin Penting Bank Syariah Indonesia bersama PT Kereta Api Indonesia menghadirkan instalasi tematik bernuansa Timur… Read More
Poin Penting Indonesia Anti-Scam Centre mencatat 432.637 aduan penipuan online dengan kerugian Rp9,1 triliun, sementara… Read More