Tips Mencukupi Kebutuhan di Masa Tua

Tips Mencukupi Kebutuhan di Masa Tua

Jakarta – Kebutuhan hidup manusia semakin lama semakin meningkat. Tidak hanya untuk pendidikan, kesehatan, bahkan untuk konsumsi hidup semakin hari terasa kian mahal. Hal ini tentu disadari oleh banyak masyarakat.

Namun sayangnya, banyak masyarakat juga yang tidak menyikapi masalah ini dengan serius dan punya sikap acuh, khususnya yang berkaitan dengan masa yang akan datang.

Padahal banyak produk investasi yang bisa dibeli masyarakat di lembaga keuangan, selain membeli Properti. Sebut saja obligasi, deposito, saham, reksa dana dan lain lain.

Intrumen investasi itu bisa digunakan masyarakat untuk mencukupi bekal hidup dimasa mendatang.

Berikut tips menyiapkan bekal yang baik untuk kehidupan di masa tua.

Pertama kalkulasi penghasilannya yang masuk setiap bulan, dan sisihkan sebagian dari uang sisa kebutuhan sehari-hari. Misalnya jika penghasilan gaji yang diterima setiap bulan Rp5 Juta, setelah dikurangi kebutuhan hidup dalam satu bulan sisa Rp1 juta, maka dari Rp1 juta tersebut, bisa dialokasikan 10% atau Rp100 ribu untuk investasi jangka panjang.

Namun angka investasi tersebut tergantung kesanggupan si calon investor. Jika calon investor punya penghasilan diatas Rp10 juta setiap bulan tentu bisa menambah porsi nilai investasi jangka panjang untuk masa tua.

Besaran nilai investasi disarankan jangan melebihi kesanggupan atau dengan kata lain harus wajar sesuai kemampuan. Jangan sampai menimbulkan utang, karena dana yang di punya setiap bulan justru habis untuk investasi.

Mengingat sifat investasi yang dilakukan jangka panjang dan untuk memenuhi kebutuhan masa tua, tentu nilai yang disarankan untuk investasi tidak terlalu besar, namun cukup.

Kedua cari produk investasi yang murah dan tidak besar untuk biaya yang dikeluarkan. Namun sebelumnya pastikan produk dan perusahaan tersebut terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Untuk masyarakat yang sejak masih muda sudah terbiasa investasi langsung disaham maupun surat berharga lainnya, aktivitas ini dapat dilakukan dengan lebih mudah, karena sudah memiliki banyak waktu luang untuk melakukan analisa. Tetapi untuk masyarakat yang sudah memasuki masa tua, minim pengetahuan akan dunia investasi, dan tidak memiliki banyak waktu luang untuk melakukan aktivitas investasi, produk reksa dana bisa jadi alternatif, karena ada manager investasi yang mengelolanya.

Reksa dana dapat dibeli langsung dari lembaga yang mengelola dan menerbitkan produk reksa dana, yakni manajer investasi (MI) dan perbankan yang memiliki izin sebagai Agen Penjual Reksa dana (APERD).

Ketiga hal yang bisa dilakukan untuk persiapan di masa yang akan datang, masyarakat bisa mendaftar menjadi peserta lembaga dana pensiun. Lembaga yang menyelenggarakan dana pensiun sendiri banyak macamnya.

Contohnya saja BPJS Ketenagakerjaan yang pesertanya adalah semua karyawan dimana sifat kepesertaanya adalah wajib, PT Taspen yakni lembaga dana pensiun bagi PNS, PT Asabri yaitu lembaga dana pensiun bagi prajurit TNI, Polri dan PNS Departemen Pertahan dan Keamanan, serta Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) yakni merupakan lembaga pensiun yang diselenggarakan oleh perusahaan untuk kepentingan karyawan perusahaan tersebut.

Untuk masyarakat yang tidak terdaftar sebagai peserta pensiun di beberapa lembaga tersebut bisa mendaftarkan diri pada Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). DPLK adalah salah satu program keuangan diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin memiliki dana pensiun.

Prinsipnya relatif sama dengan tabungan berjangka, di mana dana yang Anda tanam tidak bisa dicairkan sebelum tiba masanya. Produk itu bisa didapat di bank yang memiliki program dana pensiun. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.