Teka-Teki RUPSLB Mandiri: Siapa Masuk Siapa Tergusur

Teka-Teki RUPSLB Mandiri: Siapa Masuk Siapa Tergusur

Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada hari ini (7/1) akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Mandiri kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terdapat dua agenda yakni perubahan susunan pengurus Bank Mandiri serta pemaparan evaluasi kinerja kuartal III-2018.

Berdasarkan data yang dihimpun Infobank, yang dikutip di Jakarta, Senin, 7 Januari 2019 terlihat terdapat satu Komisaris Bank Mandiri yang habis masa jabatannya pada tahun 2019 ini. Tercatat, Askolani akan habis masa jabatannya di mana sebelumnya pada bulan Mei 2014, beliau ditunjuk sebagai Komisaris Bank Mandiri.

Selain Komisaris, tidak menutup kemungkinan juga Perseroan akan merombak direksinya. Sebelumnya, kabar akan berpindahnya Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto juga masih mungkin terjadi. Sulaiman yang semula diprediksi pindah ke BRI, namun RUPSLB BRI memutuskan untuk kembali menarik Sunarso ke manajemen BRI.

Bahkan dikabarkan, ada salah satu Kepala Divisi (Kadiv) Bank Mandiri yang bakal menjadi Direktur. Namun, tentang siapa yang akan menggantikannya masih belum terkonfirmasi. Masalahnya, saat ini tidak ada Direksi yang habis masa kerjanya. Namun kabar berhembus akan ada satu nama dari Kadiv yang akan naik menjadi Direksi.

Teka-teki perombakan jajaran pengurus dan direksi Mandiri tersebut nampaknya masih disimpan rapat-rapat oleh Perseroan dan akan diumumkan siang ini sesuai dengan keputusan yang telah resmi ditetapkan pada RUPSLB Mandiri pada awal tahun 2019. Adapun, RUPSLB Bank Mandiri diagendakan pukul 14.00 WIB di kantor pusat Mandiri.

Sebagai informasi, Mandiri sendiri masih mencatatkan kinerja yang positif sepanjang kuartal III-2018 dengan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp18,1 triliun. Realisasi laba bersih Bank Mandiri tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 20 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu diperiode yang sama yakni sebesar Rp15,1 triliun. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.