Sebanyak 55 Karya Bersaing di Steel Architectural Award 2019

Sebanyak 55 Karya Bersaing di Steel Architectural Award 2019

Jakarta – Sebanyak 55 bangunan dan karya seni yang menggunakan baja lapis bersaing di ajang Steel Architectural Award 2019, sebuah penghargaan bagi para pelaku industri bangunan dan seniman di Indonesia. Gelaran ini adalah yang kedua kalinya setelah Steel Innovation Award 2017 lalu.

Inovasi dan kreativitas pelaku industri bangunan dan seniman Indonesia tersebar dalam enam kategori yang dilombakan, yakni commercial architecture, industrial architecture, infrastructure and public architecture, residential architecture, energy and mining architecture, serta artwork object yang merupakan kategori terbaru.

Yan Xu, Presiden Direktur NS Bluescope Indonesia sebagai penyelenggara menerangkan, Steel Architectural Award 2019 yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, membawa tema besar ”Envisioned The Future of Steel as WorId-Class Masterpiece”.Pesertanya dari kalangan arsitek, pemilik proyek, kontraktor, seniman.

Penghargaan ini tidak hanya mengakui profesional proyek bangunan dan seniman yang memiliki ide segar, inovasi desain, dan keunikan mahakarya untuk membuat bangunan atau mahakarya seni berbasis baja lapis, tapi juga memperlihatkan keberagaman visi, serta peningkatan kesadaran untuk menggunakan baja lapis pada proyek mereka di masa depan.

Penilaian sendiri dilakukan oleh Yan Xu, dan arsitek-arsitek yang memiliki prestasi internasional dan berkompeten di bidang desain serta arsitektur, seperti Tan Tik Lam Arsitek ArchDaily & Principal Tan Tik Lam Architects, Alvin Tjitrowiryo – Founder & Creative Director alvinT, Ario Andito Arsitek, Founder StudioSae dan Founder Biro Arsitek Parametr, dan Beta Paramitha Dosen Arsitektur Universitas Pendidikan Indonesia.

Penggunaan material baja lapis menjadi kriteria penilaian utama pada penghargaan ini, diikuti oleh optimalisasi bentuk, kreativitas pada fungsi bangunan, mendorong pengembangan lingkungan sekitar dan implementasi konsep bangunan hijau.

“Kami bangga dapat membawa kembali Steel Architectural Award 2019 di tahun keduanya setelah kesuksesan dari pelaksanaan perdana Steel Innovation Award 2017. Setiap tahunnya, berbagai arsitek, developer dan pemilik proyek bangunan telah membuat kami terkesan dengan kreativitas baru dan keberagaman visi mereka untuk menggunakan bahan baja lapis sebagai material dasar dari proyek mereka,” terang Yan Xu di Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019.

Steel Architectural Award 2019 diinisiasi oleh Colorbond, brand baja lapis lansiran NS Bluescope Indonesia. Colorbond juga mengadakan Colorbond Steel Architectural Seminar 2019 yang mengupas update dunia arsitektural dan penggunakan bahan metal untuk kebutuhan industri bangunan.(Ari A)

Leave a Reply

Your email address will not be published.