Rating 115 Bank: Cash is The King

Rating 115 Bank: Cash is The King

INSTRUKSI Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar para bankir lebih agresif menyalurkan kredit masih sulit direalisasikan tahun ini. Begitu juga dengan harapan dari adanya “poros pertumbuhan” dukungan Wimboh Santoso sebagai Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Kendati terpilihnya Perry Warjiyo diprediksi pasar akan melonggarkan kebijakan yang mendukung realisasi janji politik Presiden Jokowi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi sebesar 6%-7%, tantangan ekonomi makronya belum memungkinkan.

Di industri, para bankir juga masih terus sibuk memperbaiki kualitas kredit perbankan. Para bankir menilai bahwa tuntutan Presiden Jokowi agar pertumbuhan kredit perbankan mencapai 20%-an seperti lima tahun ke belakang mungkin karena ada pembisiknya yang tidak paham bisnis perbankan.

Kendati secara industri perbankan sehat dan tumbuh positif, gap antarbank makin mencolok. Menurut Biro Riset Infobank (birI), tahun lalu kredit perbankan tumbuh sebesar 8,34%, tapi ada 23 bank yang kreditnya anjlok.

Perbedaan lebih mencolok terlihat dalam hal profitabilitas. Dalam kajian Biro Riset Infobank bertajuk “Rating 115 Bank Versi Infobank 2018” sejumlah bank gagal mencetak kinerja yang biru. Tahun lalu laba perbankan tumbuh hingga 23%, tapi ada 48 yang labanya anjlok, bahkan 11 bank membukukan kerugian. Bandingkan dengan 2016 ketika laba bank hanya tumbuh 3%, cuma 23 bank yang labanya merosot dan 13 bank yang merugi.

Menurut Biro Riset Infobank, ada sejumlah penghalang pertumbuhan kredit tahun ini, baik dari sisi permintaan (demand) maupun pasokan (supply). Ada 18 bank yang masih berusaha keras menurunkan NPL-nya yang di atas 5%. Selain kredit berkualitas rendah masih besar, risiko likuiditas patut diantisipasi. Bagaimana hasil rating 115 bank umum?

 Selengkapnya di Majalah Infobank No.480 Juli 2018 atau klik infobankstore.com.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.