Pipa Gas PGN Banyak "Selamatkan" Ibu Rumah Tangga

Pipa Gas PGN Banyak "Selamatkan" Ibu Rumah Tangga

Dalam pengembangan jaringan gas rumah tangga, PGN fokus melakukan perluasan pelanggan baru untuk rumah tangga wilayah eksisting maupun wilayah baru yang belum terjangkau jaringan. Dwitya Putra

Jakarta – Upaya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dalam meningkatkan pemanfaatan gas bumi di Indonesia sangat besar. Terbukti, sampai dengan saat ini perusahaan gas milik pemerintah tersebut telah membangun jaringan gas untuk sektor komersial dan Usaha Kecil Menengah (UKM)  dengan total pelanggan hingga mencapai 1.750 dan sektor industri maupun pembangkit listrik hinga mencapai lebih dari 1.400 pelanggan.

Tidak sampai disitu, perusahaan gas yang di nahkodai oleh Hendi Prio Santoso, telah membangun banyak jaringan gas rumah tangga dengan total pelanggan hingga mencapai sekitar 100 ribu.

Seperti diketahui, kebutuhan gas akan rumah tangga sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam praktiknya banyak ibu rumah tangga mengandalkan gas sebagai pendukung salah satu kebutuhan primer keluarga. Artinya, semakin banyak jaringan pipa gas yang disalurkan ke rumah tangga oleh PGN, maka semakin banyak pula ibu rumah tangga yang terselamatkan. Karena dibandingkan penggunaan gas elpiji, penggunaan gas alam lewat pipa PGN jauh lebih murah.

Ibu rumah tangga sendiri saat ini mulai banyak yang menjerit dengan mahalnya harga gas elpiji. Ibu Amelia, misalnya. Ibu Rumah Tangga yang juga punya usaha catering ini menuturkan harga gas elpiji untuk ukuran 12 kg di wilayah Bojong Gede (Bogor) sudah cukup mahal, karena dibandrol sekitar Rp140-Rp145 ribu. Harga akan bertambah mahal jika pembelian gas diantar oleh pihak agen. Dia pun berharap jaringan gas rumah tangga PGN bisa masuk wilayahnya.

“Kalo memang bisa lebih murah kenapa tidak? Kalo bisa sih jaringan gas untuk rumah tangga bisa sampe wilayah Bojong Gede juga,” jelas Amelia.

Hingga saat ini, pelanggan gas rumah tangga PGN tercatat telah mencapai sekitar 100 ribu. Dalam menambah pelanggan gas rumah tangga, PGN melakukan dengan dua cara, yaitu mengembangkan sendiri jaringan gas untuk rumah tangga dan bersinergi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Saat ini pelanggan gas rumah tangga PGN sekitar 100 ribu, bila ditambah yang sedang dalam proses sekitar 140 ribu,” kata Juru Bicara PGN, Irwan Andri Atmanto kepada Infobank beberapa waktu lalu.

Ada dua cara yang ditempuh PGN dalam melakukan pengembangan jaringan gas rumah tangga. Pertama, menggunakan modal sendiri. “Dalam melakukan penmbangunan jaringan gas rumah tangga, investasi dan modal yang digunakan  berasal dari dana PGN sendiri” terang Irwan.

Adapun wilayah pengembangannya meliputi seluruh Indonesia, diantaranya, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hingga saat ini, jumlahnya mencapai sekitar 100 ribu sambungan rumah tangga.

Dalam pengembangan jaringan gas rumah tangga ini, PGN fokus melakukan perluasan pelanggan baru untuk rumah tangga wilayah eksisting maupun wilayah baru yang belum terjangkau jaringan.

“Selain menggunakan gas bumi lewat pipa-pipa, PGN juga melakukan pioneering dalam bentuk clustering CNG.  Ini misalnya dilakukan di Semarang, Jawa Tengah. Gas yang disalurkan untuk pelanggan rumah tangga PGN di Tambak Aji Semarang yang berupa CNG diangkut dengan menggunakan truck dari Jawa Timur. Gas CNG tersebut selanjutnya disalurkan untuk pelanggan rumah tangga di Tambak Aji, Semarang,” jelas Irwan.

Kedua, bersinergi dengan Kementerian ESDM. Saat ini, PGN sudah mengantongi penugasan dari Kementerian ESDM untuk mengelola dan mengoperasikan jaringan gas bumi yang dibangun oleh Kementerian ESDM.

Menteri ESDM, Sudirman Said, menyerahkan secara resmi penugasan itu kepada PGN pada 19 Agustus 2015. PGN diberikan kepercayaan untuk mengelola dan mengoperasikan jaringan gas untuk 43.334 rumah tangga di 11 kota/kabupaten. Sebelas kota/kabupaten tersebut adalah Blora sebanyak 4.000 sambungan rumah (SR), Semarang sebanyak 4.000 SR, rumah susun di Jabodetabek (5.234 SR), Kabupaten Bogor (4.000 SR), Kota Cirebon (4.000 SR), Kota Palembang (3.311 SR), Kota Surabaya (2.900 SR), Kota Depok (4.000 SR), Kota Tarakan (3.366 SR), Kota Bekasi (4.628 SR) dan  Kabupaten Sorong (3.898 SR).

Irwan mengakui,  sinergi antara PGN dengan Kementerian ESDM tentu akan mempercepat perluasan gas bumi untuk rumah tangga. “PGN menyambut baik kepercayaan yang diberikan pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM untuk mengelola dan mengoperasikan jargas rumah tangga ini. Dengan pengalaman PGN selama ini dalam menyalurkan gas bumi untuk rumah tangga, PGN selalu siap mendapatkan penugasan dari pemerintah ini,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.