OJK : E-Banking Ditargetkan Menuju Omnichannel

OJK : E-Banking Ditargetkan Menuju Omnichannel

Jakarta – Produk dan layanan perbankan secara elektronik (e-banking) telah mengalami pergeseran ke arah digital banking. Salah satu ciri utamanya adalah perubahan dari multiple channel menjadi omnichannel.

Direktur Pengawasan Bank OJK, Jasmi menjelaskan, pada era e-banking, bank menggunakan banyak channel untuk menyediakan produk dan layanan kepada nasabah, seperti kantor cabang, ATM, EDC, Internet Banking, Mobile Banking, dan Video Banking. Layanannya pun pada umumnya masih terbatas pada aspek dana pihak ketiga, khususnya tabungan. Sementara pada omni channel, semua produk dan layanan bank dapat diakses melalui satu channel saja, misalnya mobile banking yang fiturnya lengkap, baik untuk produk dana pihak ketiga, pinjaman, maupun jasa perbankan lainnya, misalnya treasury, atau trade finance.

Bahkan, lanjutnya, omnichannel dapat juga digunakan untuk memberikan layanan non perbankan. Misalnya, terkoneksi dengan penyelenggara e-commerce, konsultan perencana keuangan, maupun jasa lainnya, seperti penyimpanan dokumen, komunikasi e-mail/chat, dan games.

Dalam pejelasannya, Jasmi menyebut sejumlah karakteristik digital banking. Pertama, berorientasi pada kebutuhan nasabah. Kedua, akses layanan secara mandiri (self service), minim interaksi dengan petugas bank. Ketiga, single channel untuk mengakses semua layanan, baik produk/jasa perbankan maupun transaksi/jasa lain sesuai kebutuhan nasabah.

Keempat, layanan dapat diakses kapan dan di mana saja. Kelima, advanced data analysis, seperti Big Data. Ketujuh, produk dan jasa keuangan ataupun non keuangan, meliputi buka rekening, akses info produk dan konsultasi, transaksi perbankan,  serta jasa keuangan lain seperti, transaksi e-commerce, gamification, dan chatting.

 

123 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published.