Maybank Group Gelar “Maybank Women Eco Weaver”

Maybank Group Gelar “Maybank Women Eco Weaver”

Lombok–Maybank Group, melalui  yayasan yang menangani corporate responsibility bernama Maybank Foundation, kemarin meluncurkan program pemberdayaan ekonomi di tingkat regional bagi komunitas perempuan pengrajin tenun bertajuk “Maybank Women Eco Weaver”.

Peluncuran program secara simbolis dilakukan Chairman Maybank Group dan Maybank Foundation Tan Sri Dato’ Megat Zaharuddin Megat Mohd. Nor, Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria, Komisaris Maybank Indonesia Umar Juoro dan CEO Maybank Foundation Shahril Azuar Jimin. Peluncuran tersebut juga disaksikan Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH. Muhammad Zainul Majdi serta perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Nusa Tenggara Barat, Lombok.

Program “Maybank Women Eco Weaver” merupakan salah satu program utama Maybank yang dirancang untuk mendukung semangat kebersamaan ASEAN dalam mengangkat dan mempromosikan seni tenun tradisional secara berkelanjutan dengan tujuan memperkaya peran strategis kaum perempuan di berbagai komunitas untuk mencapai independensi ekonomi (economic independence) dan inklusi keuangan di kalangan pengrajin tenun perempuan di seluruh ASEAN. Maybank Group memulai inisiatif program pemberdayaan sejak akhir 2015 dan saat ini hadir di dua negara, yakni Indonesia dan Kamboja.

Di Indonesia, seni tenun dapat ditemukan di banyak daerah. Bersama Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) pelaksanaan program dipusatkan di 4 (empat) area, yakni Lombok Timur dan Lombok Tengah di Nusa Tenggara Barat beserta Sawahlunto dan Tanah Datar di Sumatera Barat. Dalam program ini, Maybank memberikan micro financing untuk modal awal serta menyelenggarakan pelatihan secara berkala kepada 400 pengrajin tenun perempuan di 4 (empat) area tersebut dalam kurun waktu tiga tahun.  Pelatihan diantaranya terdiri dari pengetahuan teknik tenun, proses pewarnaan alami, pemasaran, promosi dan literasi finansial.

Di Kamboja, Maybank melakukan kemitraan dengan Ngorn Vanntha dan Color Silk, melakukan pembangunan Maybank Silk Weaving Centre awal tahun ini. Sebanyak 25 pengrajin tenun perempuan berada di pusat pelatihan tersebut bersama dengan 80 petani yang mendukung penanaman pohon murbai, bahan penting untuk produksi benang sutera.  Maybank berencana untuk melanjutkan inisiatif ini ke Laos pada 2017 agar dapat melibatkan lebih banyak perempuan pengrajin tenun untuk memajukan tenun dan memberdayakan kaum perempuan.

Chairman Maybank Group dan Maybank Foundation, Tan Sri Dato’ Megat Zaharuddin Megat Mohd. Nor mengatakan, eksistensi kami di regional, yang berada di 10 atau semua negara ASEAN memungkinkan kami membawa misi yang terintegrasi. “Sangatlah menggembirakan bahwa dalam jangka waktu yang singkat, program kami di Indonesia dan di Kamboja telah mendapatkan perhatian yang luar biasa, memberikan dasar yang kuat bagi kami untuk mengembangkannya ke Laos tahun depan. Kami yakin program ini akan terus berkembang dan membuka jalan untuk memberdayakan perempuan di komunitas yang kami layani, menghidupkan kembali industri tekstil, dan pada akhirnya memberikan kontribusi kepada pembangunan ekonomi di masing-masing negara.” tukasnya kemarin.

Pemberdayaan ekonomi, diklaim Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria, merupakan salah satu fokus corporate responsibility Maybank Indonesia. “Sejalan dengan misi humanising financial services, kami memiliki komitmen untuk selalu berada di tengah komunitas serta tumbuh dan berkembang bersama komunitas, termasuk komunitas perempuan pengrajin tenun,” lanjutnya. (*)

3 total views, 3 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published.