Mandiri dan BCA Bersaing Ketat di Merchant

Mandiri dan BCA Bersaing Ketat di Merchant

Instrumen e-payment milik Bank Mandiri dan BCA beradu sengit soal kualitas layanan di merchant. Dari lima kelompok penilaian, BCA mendapat tiga posisi teratas. Dua lainnya diraih Bank Mandiri.

Jakarta – Marketing Research Indonesia (MRI) bekerja sama dengan Infobank melakukan survei terhadap empat produk atau instrumen electronic payment (e-payment), yaitu uang elektronik atau electronic money (e-money) card based alias kartu prabayar, e-money server based, internet pay, dan produk debit online. Berdasarkan hasil survei tersebut, tampak produk-produk e-payment terbaik, dalam arti memiliki kualitas layanan yang sangat baik, mulai dari kemudahan mendapatkan instrumen hingga kemudahan dan kecepatan melakukan transaksi sekaligus isi ulang saldo.

Berdasarkan penggunaan atau merchant, Mandiri E-Money menjadi yang terbaik dalam hal pembayaran tol. Lalu, Flazz milik Bank Central Asia (BCA) menjadi yang terdepan untuk pembayaran parkir dan transportasi publik. Sementara, pada merchant ritel, e-money server based milik BCA, yakni Sakuku, menjadi yang terbaik. Untuk penggunaan pada e-commerce, internet pay Bank Mandiri, Mandiri Clickpay, jadi yang teratas.

Dalam hal penggunaan e-payment, tepatnya penggunaan kartu e-money di jalan tol, survei ini mendapati tiga kartu e-money dengan peringkat terbaik. Mandiri E-Money berada di peringkat teratas dengan skor performa 97,56%. Di belakangnya menyusul TapCash dari Bank Negara Indonesia (BNI) dan Brizzi milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan skor performa masing-masing 88,92% dan 84,90%.

Keberhasilan Mandiri E-Money menjadi yang terbaik di jalan tol antara lain karena keberadaannya sebagai pionir dalam hal pembayaran nontunai di jalan tol. Seperti diketahui, bank yang dipimpin Kartika Wirjoatmodjo ini sebelumnya memiliki kerja sama khusus dengan Jasa Marga untuk pembayaran tol dengan uang elektronik. Dengan adanya kerja sama itu, Bank Mandiri cukup merajai pembayaran nontunai di jalan tol.

Hingga September 2017, Bank Mandiri telah menerbitkan 10,82 juta kartu Mandiri E-Money dengan volume transaksi lebih dari 39 juta transaksi per bulan. Saat ini Mandiri E-Money dapat digunakan di lebih dari 55.000 merchant dengan jumlah outlet lebih dari 68.000 unit di seluruh Indonesia.

Menurut hasil survei, hanya ada dua kartu e-money yang dapat digunakan untuk pembayaran parkir, yakni Flazz BCA dan Mandiri E-Money. Flazz, produk besutan bank yang dipimpin Jahja Setiaatmadja, menjadi kartu e-money dengan skor performa tertinggi, yakni 83,77%. Sementara, Mandiri E-Money mendapat skor performa 57,57%.

Flazz BCA menawarkan kecepatan dalam bertransaksi nontunai secara elektronik dengan teknologi cip dan radio frequency identification (RFID). Kartu e-money ini dapat digunakan di lebih dari 57.000 outlet merchant di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Solo, Yogyakarta, Malang, Bali, Makassar, Palembang, Bandar Lampung, Pekanbaru, Medan, Batam, Padang, Banjarmasin, Serang, Cirebon, Balikpapan, Samarinda, Manado, dan Pontianak.

Berdasarkan hasil survei, pada penggunaan sarana transportasi publik, seperti TransJakarta dan kereta komuter Jabodetabek, enam kartu e-money masuk dalam peringkat. Flazz BCA menempati peringkat teratas dengan skor performa 97,31%. Setelahnya menguntit Mandiri E-Money dengan skor performa 94,97% dan TapCash BNI dengan skor performa 94,75%.

Adapun, tiga kartu e-money lainnya adalah Mega Cash milik Bank Mega, JakCard dari Bank DKI, dan Brizzi kepunyaan BRI. Survei penggunaan kartu e-money di sarana transportasi publik ini antara lain meliputi pemakaian e-money pada tap gate dan isi ulang atau top up saldo.

Sementara, untuk penggunaan pada merchant-merchant ritel, survei ini mendapati 11 instrumen e-payment. Dari 11 instrumen e-payment tersebut, empat di antaranya merupakan produk kartu e-money milik perbankan. Sedangkan, tujuh instrumen lainnya adalah e-money server based besutan bank dan perusahaan telekomunikasi.

Sakuku BCA menjadi instrumen e-payment yang mendapat skor performa paling tinggi berdasarkan penilaian penggunaan di merchant ritel. Skor performa yang diperoleh Sakuku BCA ialah 72,12%. Mandiri E-Money menguntit di belakang Sakuku BCA dengan skor performa 70,10%. Lalu, instrumen dengan skor performa tertinggi berikutnya atau berada di peringkat ketiga adalah XL Tunai, e-money milik perusahaan telekomunikasi XL Axiata.

Sakuku BCA merupakan uang elektronik yang dapat digunakan untuk bertransaksi melalui aplikasi smart phone dalam melakukan bayar belanja, isi pulsa, dan transaksi keuangan lainnya. Selain itu, produk yang diluncurkan pada September 2015 ini memiliki fitur transfer, split bill, dan tarik tunai di ATM BCA.

Setelah ketiga instrumen e-money teratas itu, delapan instrumen lainnya menyusul di peringkat berikutnya. Kedelapan instrumen itu—secara berurutan berdasarkan peringkat—adalah Flazz BCA, Rekening Ponsel Bank CIMB Niaga, T-Cash Telkomsel, Mandiri E-Cash, Dompetku Indosat, UnikQu BNI, Brizzi BRI, dan TapCash BNI.

Untuk transaksi secara online pada e-commerce, survei ini mendapati 18 instrumen, baik e-money maupun internet pay. Di kelompok penilaian ini, Mandiri Clickpay bertengger di peringkat teratas dengan skor performa paling tinggi, yakni 95,20%. Setelahnya, menyusul BCA KlikPay dengan skor performa 93,74% dan Sakuku BCA dengan skor performa 93,20%.

Sedangkan, 15 instrumen lain yang berada di peringkat berikutnya adalah Mandiri E-Cash, CIMB Clicks, Rekening Ponsel Bank CIMB Niaga, T-Cash Telkomsel, Jenius Bank BTPN, XL Tunai, dan e-pay BRI. Kemudian, Dampetku Indosat, BNI Debit Online, Permata Debit Online, Debit BTN Online, Mandiri Debit Online, CIMB OctoPay, BRI Debit Online, dan Mega Debit Online. (*) Ari Nugroho

 

2,071 total views, 29 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published.