Infobank BPR Awards; Sembilan BPR Asetnya Diatas Rp 1 Triliun

Infobank BPR Awards; Sembilan BPR Asetnya Diatas Rp 1 Triliun

BPR-BPR Jumbo didominasi oleh luar jawa. Dua diantaranya mendapatkan predikat terbaik di kelasnya. Apriyani Kurniasih.

Jakarta–Infobank kembali menggelar Infobank BPR Awards 2015 sebagai apresiasi dari keberhasilan sejumlah BPR menjaga kinerjanya tetap sehat ditengah gejolak ekonomi di 2014.

Tahun ini, ada 599 BPR dari total 1.643 BPR yang dirating oleh Biro Riset Infobank (birI). Dari jumlah tersebut, ada 433 BPR yang berdasarkan penilaian birI berhasil mencetak predikat Sangat Bagus. Dalam rating kali ini birI membagi pengelompokkan BPR berdasarkan aset menjadi enam kelompok. (Simak Majalah Infobank edisi Rating 118 Bank 2015)

Dilihat dari sebarannya, BPR-BPR jumbo masih dikuasai oleh BPR-BPR di luar Jawa. Dikelompok BPR beraset Rp1 triliun ke atas misalnya, dari sembilan BPR, enam diantaranya berasal dari luar Jawa.

Menurut hasil riset birI, secara umum, kinerja BPR sepanjang 2014 terbilang cukup baik. Sepanjang 2014, BPR berhasil membukukan pertumbuhan kredit sebesar 15,79% secara year on year. Sementara DPK-nya tumbuh 17,54%.

Perlambatan ekonomi yang terjadi sepanjang tahun lalu rupanya tak cukup mengguncang bisnis BPR. Pasalnya, BPR memiliki pasar yang terbukti tahan banting di berbagai cuaca, yakni Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM).

Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Majalah Infobank mengatakan, rata-rata pertumbuhan aset BPR di atas pertumbuhan aset industri perbankan nasional. Hanya saja, harus diakui bahwa BPR masih harus berjuang memperbaiki kualitas kreditnya untuk menekan rasio kredit bermasalah yang trennya terus meningkat.

Berdasarkan data OJK, Non Performing Loans (NPL) atau rasio kredit bermasalah BPR per Desember 2014 mencapai 4,76%, naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 4,41%. Menginjak triwulan pertama tahun ini, NPL BPR kembali terdongkrak diatas 5%.

Eko menambahkan, yang juga menjadi kunci sukses BPR adalah bagaimana menjaga tata kelola perusahaan dengan baik. “Karena semua BPR yang mati karena salah kelola, bukan karena kompetisi,” tandasnya.

Ditengah perlambatan ekonomi yang masih berlangsung tahun ini, sejumlah BPR menyatakan masih cukup optimis dengan kinerjanya. Joko Suyanto, Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) mengatakan, optimisme tersebut sejalan dengan peningkatan kualitas layanan yang diberikan kepada para nasabahnya, khususnya pada masyarakat UMKM.

Hingga semester pertama 2015, lanjut Joko, laju pertumbuhan kredit BPR sudah mencapai 12,5%.” Kami memprediksi, pertumbuhan kredit BPR dapat menembus 15% akhir tahun ini, dan mencapai 18% pada 2016” imbuh Joko.

Dari hasil penilaian birI, BPR Surya Yudhakencana (Banjarnegara) berhasil menjadi jawara di kelompok BPR dengan aset Rp1 triliun keatas. BPR Bank Bapas 69 (Magelang) menjadi yang terbaik di kelompok BPR dengan aset Rp500 miliar sampai dengan dibawah Rp1 triliun. BPR LPK Cipatujah (Tasikmalaya) duduk di posisi teratas BPR terbaik di kelompok BPR dengan aset Rp100 miliar sampai dengan dibawah Rp250 miliar. Sementara BPR Bumi Bekasiasrta (Bekasi) dan BPR Cahaya Binawerdi (Badung) masing-masing menjadi jawara di kelompok BPR dengan aset Rp 50 miliar sampai dengan dibawah Rp100 miliar dan kelompok BPR dengan aset Rp25 miliar sampai dengan dibawah 50 miliar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.