Garuda Indonesia dan BRI Tandatangani 3 Kerjasama Strategis

Garuda Indonesia dan BRI Tandatangani 3 Kerjasama Strategis

Jakarta – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Bank BRI menandatangani 3 kerja sama strategis di sektor keuangan dan komersial. Ketiga kerjasama tersebut meliputi pengembangan digital acquiring, dukungan fasilitas SBLC (Stand By Letter of Credit) & Forex Line oleh BRI, dan penerbitan fasilitas Corporate Card BRI & Garuda Indonesia.

Kerjasama tersebut ditandatangani oleh masing – masing direksi yang membidangi serta disaksikan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara dan Direktur Utama Bank BRI Suprajarto di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Jum’at, 5 Oktober 2018.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara menyambut baik sinergi berkelanjutan yang dilaksanakan BRI dan Garuda Indonesia hari ini. Ari juga mengungkapkan bahwa dalam upayanya untuk terus berekspansi dan meningkatkan daya saing di tengah industri penerbangan yang semakin kompleks dan dinamis ini, Garuda Indonesia tentu tidak dapat melepaskan dari dukungan dan kepercayaan para mitra dan stakeholders, termasuk BRI sebagai mitra usaha strategis Garuda Indonesia.

“Kerjasama SBLC dan Forex line bersama BRI ini merupakan fasilitas SBLC dari BRI ke Garuda Indonesia yang akan sangat membantu perseroan dalam pengelolaan dana maintenance reserve dan security deposit untuk menunjang arus kas perseroan. Dengan dukungan penambahan fasilitas SLBC sebesar US$ 170 juta (dengan nilai total fasilitas menjadi US$ 200 juta) ini, memungkinkan perseroan melakukan replacement dana maintenance reserve dan security deposit yang mengendap pada lessor. Sehingga dana mengendap pada lessor dapat diminimalisir dan diutilisasi untuk mendukung kebutuhan operasional perusahaan tanpa adanya peningkatan beban hutang. Dengan demikian arus kas perseroan akan semakin lebih baik,” jelas Ari.

Baca juga: Pelemahan Rupiah Tak Guncang Bisnis Garuda Indonesia

Selain itu, Garuda Indonesia dan BRI berkomitmen untuk membantu perbaikan dan penguatan nilai tukar rupiah melalui peningkatan pemasukan devisa dalam kerja sama SBLC ini. Hal tersebut juga dimaksimalkan dengan kerja sama lindung nilai (hedging) melalui fasilitas forex line bersama BRI, di mana terdapat penambahan fasilitas menjadi sebesar US$200 juta. Diharapkan upaya ini dapat memitigasi risiko terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang yang disebabkan kondisi shortage supply dollar AS, di mana kebutuhan Garuda Indonesia yang masih didominasi dalam mata uang dollar AS.

“Total dana maintenance reserve kita saat ini US$1,5 miliar. Sampai akhir tahun ini akan kita tarik US$500 juta,” imbuh Ari.

Direktur Utama BRI Suprajarto mengungkapkan, BRI dan Garuda berkomitmen untuk membantu perbaikan dan penguatan nilai tukar rupiah melalui peningkatan pemasukan devisa dalam kerja sama. “Kerja sama berkelanjutan antara Bank BRI dengan Garuda Indonesia ini merupakan salah satu upaya perseroan dalam memberikan layanan yang optimal bagi korporasi. Selain itu sinergi ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap supply dollar di dalam negeri untuk turut membantu pemerintah dalam menguatkan nilai tukar rupiah melalui pemasukan devisa” ungkap Suprajarto.

Pada kesempatan tersebut, Garuda Indonesia juga menjajaki kerjasama komersial di lini digital melalui kerjasama fasilitas “Digital Acquiring” dalam menunjang mekanisme pembayaran transaksi digital melalui kartu kredit dan debit di channel digital Garuda Indonesia.

Sinergi dua BUMN ini diwujudkan lewat kerjasama penerbitan fasilitas corporate card BRI yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pihak, khususnya bagi Garuda Indonesia yang juga merupakan nasabah BRI. Kerjasama corporate card ini diharapkan dapat mendukung optimalisasi anggaran operasional perusahaan yang sekaligus mendukung upaya implementasi prinsip good corporate governance, melalui aktivitas operasional melalui transaksi non tunai yang lebih transparan. (Ari A)

Leave a Reply

Your email address will not be published.