Commonwealth dan Mastercard Dampingi 2.270 Wirausaha untuk Naik Kelas

Commonwealth dan Mastercard Dampingi 2.270 Wirausaha untuk Naik Kelas

Jakarta – PT Bank Commonwealth (Commonwealth Bank) bersama Mastercard dan Mercy Corps Indonesia terus menggencarkan platform MicroMentor untuk modorong dan pendampingan bisnis UKM secara digital.

Platform MicroMentor merupakan jaringan sosial/platform digital yang dibentuk untuk menghubungkan para pengusaha, dan relawan pengusaha berpengalaman dan profesional berpengalaman dari berbagai industri untuk melakukan mentoring dengan para pengusaha kecil dan menengah khususnya perempuan pengusaha di Indonesia.

Chief of Marketing, Corporate Affairs and Legal Bank Commonwealth Leila Djafaar menyebut, melalui aplikasi tersebut pihaknya dapat terus menjangkau segmen UMKM. Menurutnya, MicroMentor ini pun sejalan dengan fokus pemerintah yang akan melakukan pendampingan berkelanjutan kepada pengusaha UKM.

”Platform digital ini pun pada akhirnya dapat menjangkau lebih banyak pengusaha dari banyak kota di seluruh indonesia. Dengan kelas tatap muka, kami hanya menjangkau sekitar 1.000 pengusaha dalam 1 tahun. Dengan platform digital ini, kami bisa menjangkau sekitar 1.000 pengusaha dalam 2 bulan,” kata Leila di Jakarta, Selasa 5 November 2019.

Leila menyebutkan, di Indonesia sendiri MicroMentor baru berjalan beberapa bulan, namun platform ini telah menjangkau lebih dari 2.270 wirausaha dan lebih dari 570 mentor yang bergabung. interaksi yang dihasilkan pun telah mencapai 546 connections/interaction.

Menurutnya, keunikan platform ini adalah bahwa pengusaha UKM dapat memperoleh informasi atau berkonsultasi dengan mentor mereka kapan saja dan di mana saja. Platform pendampingan digital ini berfungsi sebagai pembuka jalan bagi para pengusaha UKM untuk terhubung dengan para mentor dengan interaksi Iebih lanjut melalui berbagai saluran lain yang paling sesuai misalnya melalui WhatsApp, video call, atau tatap muka secara langsung.

Selain itu, MicroMentor juga memungkinkan many-to-many connection, di mana setiap mentee bisa mendapatkan pengetahuan, pengalaman, dan keahlian yang Iebih dalam lagi dari banyak mentor; dan setiap mentor dapat memberikan sesi pendampingan kepada sebanyak mungkin para pelaku UMKM.

Hadir di kesempatan yang sama, Executive Director of Mercy Corps Indonesia Ade Soekadis menjelaskan bahwa bahwa dalam menciptakan kesempatan-kesempatan ekonomi, salah satu metode yang paling baik adalah pengetahuan yang relevan bagi pengusaha untuk dapat membuat usaha mereka berkembang dan
sukses. Hal ini bisa didapatkan di platform MicroMentor.

Ade melanjutkan, dalam skala global MicroMentor berhasil membuat sebanyak 82% wirausahawan yang dibina melalui program ini bertahan dengan bisnis mereka. Selain itu, para pengusaha yang dibina melalui MicroMentor mengalami peningkatan penghasilan sebanyak 83%. (*)

Editor: Rezkiana Np


Leave a Reply

Your email address will not be published.