BTN Gelar 6.600 Akad KPR dalam Sehari

BTN Gelar 6.600 Akad KPR dalam Sehari

Makassar–PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan akad kredit (KPR) kepada 6.600 calon debitornya di berbagai kantor cabang secara serentak.

Hal ini dinilai perseroan dilakukan sebagai bukti keseriusan dalam mendukung pembiayaan perumahan. “Ini adalah inisiatif korporasi dalam mendorong program satu juta rumah,” ujar Direktur Utama BTN, Maryono dalam keterangan persnya hari ini.

Ia menjelaskan, proses akad 6.600 debitor dalam sehari itu sangat luar biasa. Ini sekaligus menjawab bahwa BTN dalam kondisi pendanaan yang sangat aman dan sangat siap dalam mendukung program satu juta rumah.

“Sejak awal kami menegaskan bahwa BTN siap menjadi motor penggerak dalam program satu juta rumah. Meskipun demikian, karena ini bukan menjadi tugas dan tanggung jawab BTN sendiri, maka semua pihak terkait di negeri ini harus memberikan dukungan karena ini adalah program pemerintah untuk rakyat,” tegas Maryono.

BTN sebelumnya telah melakukan hal yang sama untuk salah satu kantor cabang di Tangerang dengan realisasi kredit sebanyak 1.000 KPR dalam sehari. Tahun 2010 BTN pun juga pernah melakukan realisasi kredit sebanyak 5.557 dalam sehari. Realisasi kredit ini telah tercatat dalam MURI sebagai realisasi kredit terbanyak dalam sehari.

“Jadi yang kami lakukan pada hari ini adalah akad kredit KPR terbanyak sepanjang sejarah dengan jumlah 6.600 KPR dalam sehari,” tutur Maryono.

Oleh karena itu bertepatan dengan hari ulang tahun KPR ke-39 yang jatuh pada tanggal 10 Desember, lanjutnya, BTN akan mematenkannya dalam Museum Rekor Indoesia (MURI) sebagai bank dengan akad kredit terbanyak dalam sehari.

“Rekor ini mengalahkan apa yang sudah kami dapatkan pada tahun 2010,” tutupnya. (*) Paulus Yoga

One Response to "BTN Gelar 6.600 Akad KPR dalam Sehari"

  1. Henry Manurung   26/11/2015 at 00:59

    Saya tinggal diKota Tarakan kalimantan utara.
    Saya ingin kredit KPR Rmh.tlg BTN TARAKAN hbg saya.Trmksh

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.