BI Mulai Intervensi Rupiah

BI Mulai Intervensi Rupiah

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengaku sudah melakukan intervensi guna menahan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi dalam beberapa hari belakangan ini. Intervensi yang dilakukan BI dengan mengguyur pasokan valas menggunakan cadangan devisa yang dimiliki.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan memang selama ini pergerakan rupiah diserahkan ke mekanisme pasar. Sehingga akan mencerminkan supply dan demand pasar valas di Indonesia itu sendiri. Menurutnya, sepanjang Oktober 2017 ini Bank Sentral sudah banyak melakukan intervensi.

“Sejauh ini memang pergerakan nilai tukar lebih karena faktor eksternal dan dialami seluruh negara. Stabilisasinya memang diutamakan. Oktober kita banyak melakukan intervensi pasar valas, tapi kita juga melakukan pembelian SBN di pasar sekunder,” ujarnya.

Dengan intervensi yang dilakukan Bank Sentral tersebut, dirinya meyakini nilai tukar rupiah tetap dalam koridor sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia. Sementara terkait dengan cadangan devisa, meski telah digunakan untuk intervensi di pasar valas, namun jumlahnya masih cukup aman.

“Cadangan devisa kita jauh lebih besar dan jauh mencukupi untuk melakukan stabiliasai nilai tukar rupiah. Itu bisa dilihat dari indikator baik dari sisi jumlah bulan impor dan utang luar negeri, jauh mencukupi dari standar iternasional,” ucapnya.

Sebagai catatan saja, mengacu data Bloomberg, rupiah sore ini pukul 16.00 WIB di pasar spot exchange ditutup sebesar Rp13.609 per dolar AS atau melemah 22 poin (0,16 persen) dari penutupan sebelumnya. Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp13.592-Rp13.651 per dolar AS.

Sementara berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (JISDOR), rupiah hari ini berada pada posisi Rp13.630 per dolar AS atau melemah dari posisi sebesar Rp13.560 per dolar AS dengan kisaran perdagangan Rp13.698- Rp13.562 per dolar AS. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.